Senin, 26 Maret 2018

Kucingku Nakal

     
 Hari ini aku akan menceritakan sekilas tentang momen masa kecilku yang tak pernah kulupakan. Sewaktu TK aku sangat suka bermain dengan kucing. Kugendong kesana kemari saat bermain dengan teman sebayaku. Kucingku ini berwarna belang telon terdiri dari warna putih, hitam, dan coklat. Tubuhnya sudah dewasa, gemuk dan lucu karena selalu dirawat oleh nenek. Hingga suatu saat kucingku hilang selama beberapa hari. Setelah itu beberapa hari kemudian kucingku akhirnya pulang. Akupun senang dan langsung memberinya makan.
     Beberapa bulan kemudian perut kucingku tampak gemuk tidak seperti biasanya. Kata nenek mungkin dia hamil, aku yang masih TK tidak paham Cuma bisa menanggukan kepala. Pada akhirnya kucingku akhirnya melahirkan, akupun waktu itu tetap belum paham. Akhirnya kucari persembunyian kucingku, alhasil aku tercengang pada saat melihat kucingku. Ada 9 ekor anaknya, sampai dari situ aku paham mulai dari nenek berkata hamil dan melahirkan. Aku makin senang karena anak kucingku lucu-lucu.
       Disinilah masalah mulai terjadi padaku. Terlalu banyak bermain kucing sampai waktunya tidur aku bawa juga, kemanapun aku bawa kecuali disekolah. Efek virus kucing mengenaiku awal gejalanya sih seperti gondok. Ibuku awalnya memberiku seperti olesan warna ungu entah itu apa, dioleskan pada gondokku. Seminggu tidak sembuh malah makin besar, lalu ke dokter umum dikasih resep obat gondok dan vitamin. Seminggu kemudian tetap tidak sembuh dan malah lebih besar daripada sebelumnya. Ibuku mengantarku ke dokter umum yang lalu, dia menganjurkan ke dokter spesialis. Sesampainya di dokter spesialis, dokter mendiagnosaku lalu menyarankan obat terlebih dahulu untuk seminggu.
       Disinilah siksaan bagiku yang masih TK dimulai seminggu kemudian. DI bagian leher yang seperti gondok tersebut  disedot pakai jarum suntik yang besar, dan berisi nanah penuh. Siklus seminggu minum obat dan disedot nanah berulang sampai 6 bulan. Selama 6 bulan itu aku tidak pernah sekolah, selain sakitku itu menyebabkan lemas juga ada rasa malu. Kegiatanku dirumah hanya makan, tidur,dan bermain dirumah. Kucingku semua dibuang oleh ayahku. Hingga 6 bulan itu gondokku sudah mengempes dan tinggal ada benjolan sebesar bakso. Akhirnya operasipun dimulai untuk mengeluarkan benjolan itu, dan aku juga shock karena dokter tidak memakai bius. Akupun menahan sakit dan bergerak. Operasi akhirnya selesai dan ibuku juga shock melihatnya. Setelah itu hasil pengambilan benjolan itu di setorkan ke lab. Dampak dari sakitku ini lumayan positif buatku, dampaknya aku jadi sering kuat menahan sakit, dan jarang sakit. Dampak negatifnya adalah dompet orang tuaku kering, dosisku sewaktu kecil sudah tinggi dan trauma dengan jarum suntik sampai sekarang. Sempat aku bertanya pada ibuku apa yang terjadi bila pada waktu TK aku tidak diobati, Ibuku berkata “Mati”. Tidak tau itu benar atau enggak yang jelas Ibuku pahlawanku. Sekian ceritaku hari ini.

Senin, 19 Maret 2018

Aaron Horkey


     
         Hai kali aku menceritakan tentang Aaron horkey yang merupakan salah satu tokoh inspiratif bagi diriku di dalam illustrasi. Aaron horkey adalah ilustrator dan desainer grafis dari Windom, Minnesota. Aaron horkey telah banyak mendesain dan mengilustrasikan poster, sampul album, grafik skateboard, sampul majalah dan desain pakaian serta membuat grafik untuk reproduksi sebagai cetakan edisi terbatas. Awal saya menyukai Aaron horkey salah satunya adalah karena ia membuat poster dari salah satu band favoritku Converge. Poster yang dihasilkan menurut saya lebih ke seni poster psychedelic dan memakai ornament art nouveau. Aaron Horkey mempunyai ciri gambar yang rumit dan kaya detail yang menimbulkan keindahan dan membingungkan sekaligus.



     Salah satu karyanya yang makin membuat saya kagum ketika ia membuat poster untuk filmnya Peter Jackson yang berjudul The lord of the ring : The Return of the king. Semua karyanya pun juga terinspirasi dari tokoh Franklin Booth. Meskipun terlihat hampir sama atau setara dalam skill, Aaron horkey masih berangapan bahwa dalam hal kemampuan teknis dia hanya sebagian kecil pencapaian dari Franklin Booth. Itulah sekilas tentang tokoh yang aku anggap menginspirasi pertama kali dalam hal illustrasi. Berikut ini salah satu buatanku yang terinspirasi dari Aaron Horkey.


Senin, 12 Maret 2018

Apakah ini budaya kita ?

   Hai kembali lagi denganku Andro. Kali ini aku akan sekilas menceritakan tentang kejadian kemarin hari sabtu di sebuah kota, sebelumnya maaf saya tidak ceritakan jelas kotanya karena menurut saya ini memalukan bagi pelaku maupun warga. Waktu itu tepatnya jam 3 sore aku hendak ke rumah temanku, ditengah perjalanan tiba tiba hujan, karena tidak bawa jas hujan akupun dengan sigapnya langsung belok kiri berhenti disebuah warung untuk berteduh. Sambil menunggu hujan reda aku menghisap rokok dan memesan kopi. Disela itu juga aku bermain vainglory game moba tapi tidak analog, grafis bagus, skin bagus, dan tidak seperti game tetangga isinya yang main bocah. Ups maaf, kembali ke cerita utama. Disaat hujan mulai reda  sekitar jam 16.15 nampak ramai warga dan polisi mengiring orang ke pos polisi. Mungkin jarak dari warung ke pos polisi tersebut sekitar 200m, akupun bergegas kesana. Ternyata ada pasangan pemuda yang tertangkap warga karena mesum. Pemuda tersebut di telanjangi oleh warga, polisi segera datang untuk mengamankan.

  Dari cerita orang yang pertama kali melihat, katanya pasangan tersebut berciuman ketika dia berteduh dibawah jembatan ketika dia akan turun memancing. Setelah  pemancing melihat lalu berteriak warga sekitar mendengar langsung timbulah keributan warga. Begitulah sekilas cerita dari warga, aku bergegas kembali melanjutkan perjalanan untuk kerumah temanku. Kembali ke masalah tadi, saya simpulkan kronologi dan tempat kejadian menurut pengamatanku. Pos polisi berada di perempatan lampu rambu lalu lintas lalu dekat dengan jembatan, di depan seberang pos polisi tersebut terdapat taman hiburan buat umum, di samping kiri pos polisi terdapat masjid dan disamping masjid ada jalan kecil biasanya untuk para pemancing. Jadi pasangan pemuda itu mungkin awalnya berniat berteduh di taman, melihat kondisi hujan mungkin dia mengambil kesempatan untuk kebawah. Setelah reda warga daerah belakang pos polisi yang hobi memancing berangkat untuk mencari ikan. Disaat mereka berciuman pemancing tersebut memergoki, lalu membuat warga lain datang langsung menganiaya dan menelanjangi.

   Sampai sekarang saya masih heran, muak dan sebal oleh warga tersebut. Mungkin mereka berpikir pemuda itu manusia paling bejat, salah, kelakuannya seperti binatang, melakukan mesum di sembarang tempat. Okelah kalau pemuda itu seperti binatang tapi mereka lebih dari binatang dan pengecut keroyokan. Apa bedanya mereka semua dengan pemuda tersebut. Menurutku dia lebih hina daripada pemuda tersebut. Menganiaya lalu menelanjangi pasangan tersebut, ada juga yang merekam pakai handphone. Seharusnya mereka dinasehati dan dibawa ke pos. Bukan main hakim sendiri, apalagi ada orang yang berpeci ikut-ikutan menurutku dia itu tipe orang yang beribadah hanya untuk dipandang orang lain bukan dari hati. Orang yang beragama kuat harusnya bisa lebih manusiawi tetapi yang terjadi disitu dia tidak jauh beda dengan yang lain.

   Mereka tidak mendidik tapi malah membuat membunuh dan menghancurkan pemuda tersebut. Ini mungkin dampak dari masyarakat yang kurangnya minat baca dan kepedulian. Mungkin bila mereka suka membaca minimal koran, tidak akan seperti ini kejadiannya, karena kasus seperti ini seperti di salah satu kota besar yang sempat viral di ruang ganti. Harusnya mereka belajar dari dua orang satpam ditangkap karena kena kasus pelecehan dan penganiayaan. Apalagi kejadian ini mereka masih sekedar berciuman harusnya bisalah dinasehati, bila saya jadi orang tua pemuda itu, saya tuntut semuanya. Itu untuk pelajaran mereka agar mengerti bahwa negara ini negara hukum. Apakah seperti ini budaya kita masyarakat seluruh Indonesia dalam menghadapi fenomena ini. Saya harap pembaca mengerti apa yang saya inginkan dan sesalkan. Begitulah sekilas ceritaku minggu ini, bye !!!

Senin, 05 Maret 2018

Puncak Lawu pertama


Saya akan bercerita tentang pertama kali mendaki gunung. Gunung Lawu terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan. Awal mula saya ingin mendaki karena tertarik dengan uang. Saat nongkrong dengan teman saya bernama arif dan patmo ia bercerita butuh 2 teman lagi untuk jadi tour  guide 4 bule dari finlandia. Tanpa pikir panjang akupun ikut serta.

Keesokan harinya pada pagi harinya saya menyiapkan perlengkapan dan yang kurang mencari pinjaman ke teman lainnya. Pada pukul 3 sore kami berkumpul dengan 1 tambahan teman Bagus Fitroh. Setelah berkumpul kami langsung berangkat ke karanganyar. Sesampai disana kami menunggu bule dari Solo menuju ke Karanganyar diantar Patmo. Di instagram arif biasanya dia menemani bule cewek, saya pun berharap itu terjadi. Sebelumnya aku juga tidak tanya karena tujuanku uang. Setelah 30 menit bule itu datang dan ternyata 2 pasang couple. Akupun langsung menghela nafas panjang.

Mendaki dimulai setelah maghrib. Kami lewat cemoro sewu bukan cemoro kandang karena lebih cepat. Tiba tiba cuaca hujan gerimis. Temanku berkata lebih baik gerimis daripada berkabut. Kamipun diperjalanan saling berkenalan dengan bule tersebut, tapi nama mereka berempat saya lupa karena kejadian ini terjadi 2015. Pemandangan disekitar hanya gelap dan aku hanya fokus jalan sambil menghidupkan senter. Pos 1 sangat jauh sekali. Pos 1 kedua juga lama sekali memakan waktu sekitar 2 jam. Ada hal gila ketika menuju pos 3, 4 bule itu malah melepas jaketnya dia berkata kepanasan. Padahal aku panik dengan suhu dinginnya. Sesampai di pos 3 ada hal menarik. Hal menarik itu adalah terdapat banyak wayang di pos tersebut, kata temanku diarea dekat pos 3 sering untuk semedi. Akupun otomatis merinding sambil menlanjutkan jalan. Dari pos 1 sampai 3 tidak ada ampun untuk 4 bule, ia terjang terus. Akupun kewalahan dan mau tidak mau tetap lanjut. Menuju pos 4 jalanan mulai banyak batu besar dan ekstrim. Posnya pun aneh kalau tidak salah ingat hanya tulisan. Tidak seperti di pos 1 - 3 ada tempat istirahatnya.

Hal mistis akhirnya menimpa kami. Hanya temanku arif yang menyadari, ketika berjalan menuju pos 5. Jalanan menuju ke pos 5 sudah naik anak tangga. Saat berjalan ada seorang pendaki cewek sendiri sedang duduk beristirahat. Temanku patmo dan bagus uang saat itu masih jomblo ia pun langsung bermaksud menggoda. Cewek tersebut menjawab dan meminta gerombolan kami menemaninya mencari teman dia yang berada diatas. Kami semua lanjut berjalan sampai ketemu dengan camp cewek tersebut. Disitu memang ada camp tapi tanpa pencahayaan dan tak nampak ada orang sama sekali. Temanku arif menyarankan fokus mengantar 4 bule. Setelah agak jauh arif menyarankan kembali ke kamp tadi, kami semua mengikutinya sekaligus 4 bule tersebut. Alhasil disitu ternyata bukan camp tapi kuburan para pendaki, kami semua langsung merinding dan melanjutkan perjalanan. Tidak ada yang berani membahas hal tadi saat perjalanan ke pos 5. Akhirnya sampai ke pos 5 bayangan pada pukul 23.00, kami semua pasang tenda 4. Semua langsung beristirahat. Jam 4 arif membangunkan semuanya untuk melanjutkan ke puncak utama sekaligus menunggu matahari terbit. Kami semua menanti momen ini dan rasa capek hilang seketika. Keindahan matahari terbit dengan banyak awan tebal dibawah gunung. Begitulah sekilas pengalaman jalan jalan pertamaku mendaki gunung lawu.

Senin, 26 Februari 2018

Kisah Hobiku

     Nama saya Adistian Andromeda biasa dipanggil Andro. Sejak masih kecil hobi saya itu mengambar. Ketika mengambar saya merasakan seperti didunia sendiri, bebas mengekspresikan apa yang saat itu saya inginkan.Mengapa aku suka mengambar ? Alasannya adalah karena kartun dragon ball, mulai dari menonton hingga komik aku ikuti.Saat masih kecil aku selalu mengambar karakter dragon ball.Saat sekolah dibelakang buku tulisku selalu penuh gambar karakter tersebut.


   Musik juga mempengaruhi perubahan gambarku. Saya sempat memiliki band bergenre metalcore. Saat itu trend desain gambar cenderung ke arah kematian, menyeramkan dengan mengunakan teknik pointilism. Semakin saya mendalami akhirnya band saya tinggalkan fokus ke mengambar.

   Teman saya bernama Juleo dan Levi mempunyai ide membuat pameran dan komunitas.Komunitas ini diberi nama MIA (Madiun Illustration Art). Pameran pertama cukup sukses karena bisa menarik orang dari Solo, Kediri, Jogja dan sekitar Madiun. Dengan seiring waktu komunitas kecil berawal dari 3 orang menjadi 20. Setiap individu yang berada di komunitas hampir menguasai teknik yang disukainya.

   Beberapa bulan kemudian komunitas MIA berubah dan tergabung dengan Penahitam. Penahitam berasal dari Malang dan disetiap kota mempunyai Penahitam sendiri. Disinilah ilmu dan motivasi bertambah. Saya sangat semakin termotivasi karena teman dari penahitam dari luar kota sangat keren. Seminggu setelah bergabung semua sepakat membuat pameran kedua dan dibantu oleh penahitam pusat. Pameran kedua berjalan lancar dan sangat sukses. Dampak dari acara tersebut sangat saya rasakan karena sering diundang di radio, event dan pernah di jtv madiun.

   Saya, Juleo dan Levi pun bubar dari komunitas ini. Dikarenakan tidak cocok lagi dengan orang-orang yang berada diinternal komunitas Penahitam Madiun. Kami bertiga membuat konsep berkelompok dan bagi hasil. Levi bertugas sketsa konsep, Julleo bertugas Eksekusi sketsa dan saya bagian mengedit. Selain kelompok bila kami punya pesanan individu dan tidak atas nama kelompok kami itu diperbolehkan.

   Setahun kemudian setelah kakek teman saya Levi meninggal dia pindah ke kota asalnya bandung. Tinggalah Juleo dan saya. Kamipun memutuskan bubar karena tidak ada levi sebagai ahli konsep.Akhirnya saya memutuskan untuk kuliah belajar membuat konsep, memperdalam mengedit, ingin belajar membuat animasi, dan menambah ilmu yang belum pernah saya ketahui.