Senin, 12 Maret 2018

Apakah ini budaya kita ?

   Hai kembali lagi denganku Andro. Kali ini aku akan sekilas menceritakan tentang kejadian kemarin hari sabtu di sebuah kota, sebelumnya maaf saya tidak ceritakan jelas kotanya karena menurut saya ini memalukan bagi pelaku maupun warga. Waktu itu tepatnya jam 3 sore aku hendak ke rumah temanku, ditengah perjalanan tiba tiba hujan, karena tidak bawa jas hujan akupun dengan sigapnya langsung belok kiri berhenti disebuah warung untuk berteduh. Sambil menunggu hujan reda aku menghisap rokok dan memesan kopi. Disela itu juga aku bermain vainglory game moba tapi tidak analog, grafis bagus, skin bagus, dan tidak seperti game tetangga isinya yang main bocah. Ups maaf, kembali ke cerita utama. Disaat hujan mulai reda  sekitar jam 16.15 nampak ramai warga dan polisi mengiring orang ke pos polisi. Mungkin jarak dari warung ke pos polisi tersebut sekitar 200m, akupun bergegas kesana. Ternyata ada pasangan pemuda yang tertangkap warga karena mesum. Pemuda tersebut di telanjangi oleh warga, polisi segera datang untuk mengamankan.

  Dari cerita orang yang pertama kali melihat, katanya pasangan tersebut berciuman ketika dia berteduh dibawah jembatan ketika dia akan turun memancing. Setelah  pemancing melihat lalu berteriak warga sekitar mendengar langsung timbulah keributan warga. Begitulah sekilas cerita dari warga, aku bergegas kembali melanjutkan perjalanan untuk kerumah temanku. Kembali ke masalah tadi, saya simpulkan kronologi dan tempat kejadian menurut pengamatanku. Pos polisi berada di perempatan lampu rambu lalu lintas lalu dekat dengan jembatan, di depan seberang pos polisi tersebut terdapat taman hiburan buat umum, di samping kiri pos polisi terdapat masjid dan disamping masjid ada jalan kecil biasanya untuk para pemancing. Jadi pasangan pemuda itu mungkin awalnya berniat berteduh di taman, melihat kondisi hujan mungkin dia mengambil kesempatan untuk kebawah. Setelah reda warga daerah belakang pos polisi yang hobi memancing berangkat untuk mencari ikan. Disaat mereka berciuman pemancing tersebut memergoki, lalu membuat warga lain datang langsung menganiaya dan menelanjangi.

   Sampai sekarang saya masih heran, muak dan sebal oleh warga tersebut. Mungkin mereka berpikir pemuda itu manusia paling bejat, salah, kelakuannya seperti binatang, melakukan mesum di sembarang tempat. Okelah kalau pemuda itu seperti binatang tapi mereka lebih dari binatang dan pengecut keroyokan. Apa bedanya mereka semua dengan pemuda tersebut. Menurutku dia lebih hina daripada pemuda tersebut. Menganiaya lalu menelanjangi pasangan tersebut, ada juga yang merekam pakai handphone. Seharusnya mereka dinasehati dan dibawa ke pos. Bukan main hakim sendiri, apalagi ada orang yang berpeci ikut-ikutan menurutku dia itu tipe orang yang beribadah hanya untuk dipandang orang lain bukan dari hati. Orang yang beragama kuat harusnya bisa lebih manusiawi tetapi yang terjadi disitu dia tidak jauh beda dengan yang lain.

   Mereka tidak mendidik tapi malah membuat membunuh dan menghancurkan pemuda tersebut. Ini mungkin dampak dari masyarakat yang kurangnya minat baca dan kepedulian. Mungkin bila mereka suka membaca minimal koran, tidak akan seperti ini kejadiannya, karena kasus seperti ini seperti di salah satu kota besar yang sempat viral di ruang ganti. Harusnya mereka belajar dari dua orang satpam ditangkap karena kena kasus pelecehan dan penganiayaan. Apalagi kejadian ini mereka masih sekedar berciuman harusnya bisalah dinasehati, bila saya jadi orang tua pemuda itu, saya tuntut semuanya. Itu untuk pelajaran mereka agar mengerti bahwa negara ini negara hukum. Apakah seperti ini budaya kita masyarakat seluruh Indonesia dalam menghadapi fenomena ini. Saya harap pembaca mengerti apa yang saya inginkan dan sesalkan. Begitulah sekilas ceritaku minggu ini, bye !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar